Resmikan Pembangunan Kuil Hindu di Desa Sengketa, PM India Tuai Pertimbangan

New Delhi

Perdana Menteri India Narendra Modi pada keadaan Rabu (5/8) akan melakukan peletakan batu fondasi untuk sebuah kuil di situs suci yang menjadi titik sengketa. Peletakan batu itu dilakukan setelah setahun penerapan tadbir langsung di wilayah Kashmir dengan dihuni mayoritas Muslim.

Seperti dilansir AFP, Rabu (5/8/2020), situs Ayodhya dan Kashmir terbelah belah menjadi dua masalah komunal yang paling sengit selama 30 tahun terakhir di India. Sebuah masjid abad ke-16 di wilayah ini pernah dihancurkan oleh keluarga garis keras Hindu pada tahun 1992 lalu.

Modi sudah berupaya menarik garis batas di antara keduanya selama periode kedua zaman jabatannya.

Bagi pendukungnya, kedua langkah ini mengkonfirmasi Modi sebagai pemimpin yang tegas, visioner, dan paling penting di India dalam beberapa dekade.

Namun, para kritikus melihatnya sebagai upaya membentuk kembali negara tersebut sebagai negara Hindu, dengan mengorbankan 200 juta Muslim India, & membawanya ke arah otoriter.

“Modi tentu saja menjelma pemimpin paling transformatif India dalam ingatan baru-baru ini, ” prawacana Micheal Kugelman dari Wilson Center kepada AFP .

“Ini membuatnya benar populer, tetapi juga sangat kontroversial dan cukup memecah belah, ” sambungnya.