Penggagas Penipuan Modus Email Bisnis dengan Gasak Rp 276 M Napi Rutan Serang

Jakarta

Bareskrim Polri menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus penipuan jaringan universal modus email bisnis (business email compromise) dengan total kerugian objek Rp 276 miliar. Polri mengucapkan satu tersangka yang berperan jadi otak komplotan ini adalah UDC alias EMEKA, penghuni Rutan Serbu.

“Yang perlu beta tekankan di sini bahwa, tersangka (UDC alias EMEKA) ini, meskipun sudah vonis dan menjalani hukuman di rutan Serang, namun ternyata di dalam rutan, yang bersangkutan langsung melakukan kejahatannya, ” kata Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (16/12/2020).

Sigit menuturkan EMEKA yang merupakan warga negara Nigeria mampu mengendalikan kelompoknya, baik dengan ada negara asalnya maupun di Indonesia. “Dengan bekerja sama secara kelompoknya yang ada di Nigeria dan kelompok-kelompok baru di Nusantara, ” sambung Sigit.

Sigit menyampaikan keempat tersangka dijerat secara pasal berlapis untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Para tersangka, kata Sigit, juga dijerat tindak pidana pencucian kekayaan (TPPU).

“Dengan begitu, yang bersangkutan disangkakan dengan pasal 378 dan 263 KUHP Bab 85 UU no 3 tahun 2011 tentang transfer dana. Bab 45 juncto pasal 28 mengenai ITE dan pasal 55 dan pasal 56 KUHP dan selalu pasal 3 pasal 4 perkara 5 dan pasal 6 atau pasal 10 UU no 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, ” papar Sigit.

Sigit mengungkapkan awal mula jaringan penipuan internasional modus email usaha ini terbongkar karena ada keterangan dari Interpol Belanda kepada Bagian Hubungan Internasional (Div Hubinter) Polri.

“Beberapa waktu dengan lalu, tepatnya di tanggal 3 November 2020, Divisi Hubinter Polri menerima informasi dari Interpol Belanda terkait dengan penipuan dengan modus BEC ini, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Bareskrim kemudian bekerja persis dengan rekan-rekan PPATK, ” sirih Sigit sebelumnya.