Negeri2 Kaya Kuasai Lebih dari Separuh Pasokan Vaksin Corona

Nairobi

Negara-negara kaya termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris dan Jepang dilaporkan telah membeli lebih dari sebelah pasokan vaksin virus Corona (COVID-19) potensial.

Seperti dilansir CNN , Kamis (17/9/2020), hal itu dilaporkan oleh organisasi anti-kemiskinan internasional, Oxfam, pada Rabu (16/9) waktu setempat. Disebutkan Oxfam bahwa negara-negara kaya mewakili 13 persen dari total populasi dunia, namun diketahui telah membeli 51 persen pasokan vaksin Corona untuk persediaan di masa kelak.

Dalam laporannya, Oxfam menggunakan data yang dikumpulkan sebab perusahaan analis Airfinity untuk menjabarkan kesepakatan antara pemerintah dan perakit vaksin yang telah dipublikasikan.

Oxfam menghitung lima organinasi, yaitu AstraZeneca, Gamaleya Rusia, Moderna, Pfizer dan Sinovac China, memiliki kapasitas produksi gabungan untuk membuat 5, 9 miliar dosis vaksin. Total itu cukup untuk memvaksinasi nyaris 3 juta orang — invalid dari setengah populasi dunia — jika setiap orang membutuhkan perut dosis vaksin seperti yang diperkirakan.

Dalam laporannya, Oxfam menyebut bahwa kesepakatan pasokan vaksin telah disetujui untuk 5, 3 miliar dosis. Sebanyak 2, 7 miliar dosis di antaranya, ataupun 51 persen dari total perkiraan pasokan — telah dibeli negara-negara maju seperti Inggris, AS, Australia, Jepang, Swiss, Israel, Hong Kong dan Macau, juga Uni Eropa.

Sisanya sebanyak 2, 6 miliar dosis telah dibeli atau dijanjikan kepada negara-negara tumbuh termasuk India, Bangladesh, China, Brasil, Indonesia dan Meksiko.