India Longgarkan Lockdown Meski Kasus Corona Melonjak

New Delhi

Otoritas India mengurangi pembatasan lockdown akibat virus Corona. Pelonggaran lockdown diaplikasikan meski kasus baru dan angka kematian akibat Corona melonjak di negara tersebut.

Dilansir dari AFP , Sabtu (29/8/2020), India mencatat jumlah kasus Corona dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan 3, 5 juta kasus positif dan lebih dari 62 ribu kematian akibat Corona. Saat ini, India menjadi negara terparah ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Brasil.

Namun, pemerintah Indian menghadapi tekanan untuk memulihkan ekonomi karena jutaan orang kehilangan kegiatan sejak pembatasan skala nasional pertama kali diberlakukan pada Maret lalu.

Kementerian Dalam Negeri Indian menyatakan pertemuan yang dihadiri hingga 100 orang akan diizinkan mulai bulan depan, dengan syarat penggunaan masker dan jaga jarak pada acara budaya, hiburan, olahraga, lalu politik. Layanan kereta metro juga akan diizinkan ‘secara bertahap’ di kota-kota besar.

Pandemi virus Corona telah melanda kota-kota besar di India, seperti Mumbai dan New Delhi. Namun kini, kasus virus Corona juga melonjak di kota-kota kecil dan daerah pedesaan.

Pedoman pemerintah yang baru memerintahkan sekolah serta perguruan tinggi tetap tutup, tetapi siswa dapat sukarela bertemu oleh guru di lingkungan sekolah andai diperlukan. Pemerintah India juga sudah menolak kampanye massal pelajar tuk menunda ujian masuk perguruan tinggi kedokteran dan teknik yang maka akan diikuti sekitar 2 juta pelajar bulan depan.

Pra pelajar mengatakan mereka takut tertular virus Corona di ruang ujian. Namun, pihak berwenang menyatakan mereka akan memberlakukan tindakan khusus selama pelaksanaan ujian.

Pemerintah India juga menyatakan masing-masing negara bagian tidak dapat memberlakukan lockdown secara umum di luar area yang dianggap sebagai ‘zona penahanan’, di mana klaster Corona sudah dilaporkan. Sejumlah negara bagian bahkan telah memberlakukan tindakan lebih keras beberapa pekan terakhir karena jumlah kasus terus meningkat.

Partai oposisi utama di Kongres meminta Perdana Menteri Narendra Modi membuat rencana tegas untuk menghentikan penyebaran virus Corona. Dengan lebih dari 70 ribu kasus baru setiap harinya, para ahli pada negara tersebut mengatakan negara berpenduduk 1, 3 miliar jiwa tersebut butuh berminggu-minggu sebelum mencapai puncak pandemi.

(azr/azr)